“ Fokuslah ke masa depan, karena kita
masih ada peluang besar untuk menjadikannya lebih bahagia. Setiap kali fokus
pada apa yang kita inginkan, secara otomatis ada motivasi dan tekad berusaha, sebab kita yakin ada peluang untuk mencapainya. Libatkan
Allah yang maha Rahman-Rahiim dalam
proses pencapainnya”.
DASAR
PEMIKIRAN
Sekolah, kuliah, melamar pekerjaan, adalah pola konvensional
yang menjadi kebiasaan bagi sebagian besar orang sebelum memasuki dunian kerja.
Di antara ratusan ribu atau bahkan jutaan pencari kerja tersebut, akhirnya yang
lolos dan mendapatkan pekerjaan hampir tidak lebih dari 20%. Kalau begitu
keadaannya, sisa dari ribuan yang 80% lainnya pergi ke mana ? jawabannya, pasti
menganggur atau menunggu panggilan dari lamaran berikutnya yang serba tidak
jelas, atau kursus, atau melanjutkan sekolah dan kuliah, atau mungkin bagi yang
frustrasi ada yang memilih jalan pintas yang tidak pantas, menjadi PSK dan melakukan
perbuatan yang merugikan sesama.
Pilihan menjadi wirausaha, sejatinya
merupakan salah satu alternatif yang paling menjanjikan untuk kehidupan yang
akan datang, namun kenyataan mengisyaratkan bahwa pilihan menjadi wirausaha ini
belum tumbuh berkembang di kalangan masyarakat dan generasi muda.
Untuk itu pelatihan kewirausahaan
bagi masyarakat dan generasi muda bahkan para siswa di tingkat menengah, harus terus
dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.
Menurut data dan hasil analisa,
keinginan untuk menjadi wirausaha itu
cukup tinggi. Data BPS pada tahun 1988 menunjukkan bahwa, lulusan Perguruan
Tinggi yang terjun ke dunia wirausaha hanya sekitar 4% dari jumlah penduduk
yang berwirausaha. Pada tiga tahun berikutnya hanya naik menjadi 6%.
Sebaliknya, prosentase pada lulusan SMA, SMP dan bahkan SD relatif lebih besar
dibanding lulusan Perguruan Tinggi yang akan memilih bidang wirausaha. Namun hampir
tidak ada intervensi khusus dan sistematis untuk membekali mereka menjadi
wirausaha yang berpengetahuan dan berketerampilan terutama intervensi pendidikan
dan pelatihan khusus entrepreneurship, penyediaan permodalan dan penciptaan
iklim usaha.
Selain itu, hasil analisa di kalangan
mahasiswa, menjadi wirausaha cenderung hanya pada batas keinginan. Studi
Christian (2003) menemukan bahwa 65% mahasiswa suku Batak memiliki intensi
menjadi wirausaha. Penelitian Joli (2004) menemukan 39,5% mahasiswa suku Bali menyatakan
ingin menjadi wirausaha, dan 35% sangat ingin menjadi wirausaha. Sementara
untuk mahasiswa etnis Tionghoa sebagaimana ditemukan Christine (2004) menemukan
sekitar 47% menyebutkan, ingin dan
sangat ingin menjadi wirausaha.
Sedangkan mahasiswa suku Jawa pada
tahun 2005 berdasarkan temuan Gerald (2005) menyebutkan bahwa 52,4% mahasiswa
menyatakan, ingin dan sangat menginginkan menjadi wirausaha.
Melihat hasil analisa itu, keinginan menjadi
wirausaha cukup tinggi, pertanyaannya adalah Mengapa intensi yang relatif cukup
tinggi itu ternyata hanya sebatas keinginan, tidak diikuti oleh perilaku
wirausaha ? Jawaban yang hampir pasti benar adalah, karena ada faktor lain yang
menyebabkan mereka hanya berkeinginan tanpa memulai dan action.
Faktor itu adalah ketiadaan Motivasi dan
Inkubasi Kewirausahaan yang sistematis dan berkesinambungan dengan dukungan
sistem pelatihan yang berkwalitas, akseleratif dan focused, penciptaan iklim
usaha dan penyediaan permodalan.
Amanat Undang-undang nomor 20 tahun
2003 pasal 26 ayat 5 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa kursus
dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal
pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri,
mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi. Oleh karena itu kursus dan pelatihan bukan sekedar memberikan
keterampilan untuk mencari pekerjaan tetapi diharapkan mampu menciptakan
lapangan pekerjaan.
Berdasarkan realitas data, analisa dan amanat perundang-undangan diatas, maka Lembaga Inkubasi dan motivasi Mandhala Abdi
Mulya, bertekad untuk ikut mengambil
bagian dari upaya solutif diatas dengan berbagi pengalaman, ilmu pengetahuan
dan keterampilan Kewirausahaan melalui penyelenggaraan
Pelatihan Kewirausahaan dan Kemitraan, dengan
harapan akan terjadi percepatan lahirnya para wirausaha yang kompeten, jujur
dan bertanggung jawab.
Siapa diri kita saat ini tidaklah penting tapi menjadi pribadi yang bagaimana, itulah yang penting.
Masa lalu tidaklah penting, Hari ini dan Esok, itulah yang penting.
Bagaimana orang memandang kita tidaklah penting, tapi bagaimana kita memandang Orang lain dan diri kita sendiri, itulah yang penting”.
Yah… Itulah Yang Penting.
VISI
DAN MISI
A.
VISI
“Membangun masyarakat Indonesia yang berjiwa wirausaha,
berbekal Ilmu Pengetahuan dan
keterampilan, serta memiliki jaringan
kemitraan strategis yang kuat”
B. MISI
1.
Menciptakan dan mengembangkan masyarakat Wirausaha melalui
Pendidikan dan Latihan.
2.
Membangun jaringan kemitraan strategis
dengan lembaga pemerintahan (Goverment), lembaga pendidikan formal dan non
formal (Education), lembaga swadaya masyarakat wirausaha dan UKM (stakeholders), dan badan usaha (Private)
3.
Menciptakan
lapangan kerja baru melalui pemberdayaan potensi lokal.
4.
Mengembangkan sistem informasi
kewirausahaan, bisnis dan kemitraan
melalui jaringan internet.
PROGRAM LAYANAN
1.
Menjalin kemitraan strategis dengan :
a. Lembaga pendidikan untuk penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Enterpreneurship bagi
siswa SMK dan SMU dalam bentuk pembekalan reguler bidang Marketing yang selama
ini nyaris luput dari perhatian, padahal bidang itu merupakan kunci utama
didalam mengawali berwirausaha sekaligus kunci sukses seorang wirausaha.
b. Kelompok
masyarakat dan UKM dalam pemberdayaan potensi lokal.
c. Lembaga pemerintahan bidang pendidikan non
formal dan informal dalam membantu mensukseskan program
Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) dan Program Pendidikan Kecakapan
Hidup (PKH).
d.
Dunia usaha
dan lembaga perbankan.
2.
Membangun
pilot projek Bisnis Strategis sebagai miniatur usaha yang mampu mengurangi
angka pengangguran dan menjadi solusi bagi angkatan pensiunan.
3.
Memberikan
bimbingan IT berkaitan dengan software dan website terutama pada bidang
Internet Marketing dan Bisnis Online.
4.
Menyediakan
Klinik UKMK sebagai alat untuk menganalisa kegagalan dan kelemahan sebuah
aktivitas usaha dengan solusi jitu melalui diagnosis dari sindrom sebuah usaha.
KEUNGGULAN
DAN MANFAAT PROGRAM
A. KEUNGGULAN
1.
Memiliki
projek percontohan lembaga usaha mandiri sebagai media latihan dan aplikasi
keterampilan terapan bidang marketing.
2.
Memiliki
Program Pemberdayaan keluarga melalui Gerakan pengembangan Sentra usaha
keluarga (Gerbang Surga) untuk kwalitas produksi digandeng oleh pusat kajian
dan laboratorium IGGI.
3.
Memiliki
sistem Good Manufacturing Practices (GMP) yang telah disertifikasi oleh
Disperindag dan koperasi.
4.
Memiliki
Klinik UKMK sebagai alat penyembuh bagi lembaga usaha yang stagnan dan kurang
maju.
5.
Memiliki
website bisnis yang traffick rank-nya baik dengan content yang berkwalitas
sehingga selain mudah di akses lewat search engine google, selama 60 menit pengunjung
akan mendapatkan inspirasi dan motivasi.
6.
Memiliki
sistem pendidikan dan latihan yang akseleratif dan flexible, dikenal dengan SPEED
JET EDUCATION (Pendidikan berkecepatan pesawat jet).
“Kita adalah apa yang
kita pikirkan, jika kita berpikir akan gagal, maka
sejatinya, kita sudah gagal.
Begitu pula, sukses selalu dimulai dari pikiran kita.
So, apa yang harus kita miliki ? jawaban pastinya, miliki sikap “can do attitude” alias “aku
bisa melakukan, pikirkan aku bisa”
B.
MANFAAT
1.
Terbentuknya kwalitas
lulusan SMK dan SMU dalam bidang Marketing sehingga para lulusan akan mampu
mandiri dan berpenghasilan serta memiliki daya tawar di depan perusahaan.
2.
Terbangunnya percepatan
Brand Kewirausahaan yang nyata di lingkungan masyarakat.
3.
Potensi lokal dapat
dioptimalkan bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi produk unggulan bagi
pelaku usaha di lingkungannya.
4.
Korban PHK dan
angkatan pensiunan akan tetap bisa berusaha, kreatif dan berpenghasilan
sehingga angka pengangguran dapat ditekan seminimal mungkin dan keteraturan
sosial yang aman akan tetap terjaga.
5.
Pelaku
Wirausaha akan memiliki website bisnis yang friendly SEO dan mendapatkan media
promosi produk barang atau jasa secara gratis lewat Internet.
6.
Pelaku usaha
dapat dibantu secara administrative dalam mendapatkan legalitas ijin industry
dan sertifikasi halal.
7.
Pelaku usaha
yang stagnan dan kurang maju dapat diberdayakan kembali melalui Klinik UKMK.
8.
Program
Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) dan Program Pendidikan Kecakapan
Hidup (PKH) yang menjadi amanah Undang-Undang akan terjadi akselerasi sehingga
pencapaian program akan cepat terwujud.
9.
Lembaga
Perbankan akan mendapat keuntungan yang lebih besar dan merasa aman
berinvestasi, karena pelaku wirausaha yang jujur, berkwalitas dan bertanggung jawab
saja yang akan terseleksi untuk difasilitasi permodalan ke lembaga perbankan
dan kemudian akan didampingi dalam pemanfaatan pinjamannya.
PROGRAM
KERJA TAHUN 2013
1.
Mengadakan Worksop
Salesmanship Sukabumi.
2.
Mengadakan Latihan
Reguler bidang Marketing bagi siswa SMK dan SMU
3.
Pemberdayaan
Keluarga melalui Gerakan Pembangunan Sentra Keluarga (Gerbang Surga)
4.
Mengadakan
Latihan Reguler bidang Internet Marketing secara offline.
5. Menjalin
kemitraan dengan Pemda Kabupaten Sukabumi dalam pendampingan Program pemberdayaan
masyarakat. 1)*
6. Menjalin
kemitraan dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam pendampingan program
pemberdayaan UKMK. 2)*
7. Membentuk atau menjalin kemitraan strategis
dengan lembaga usaha mandiri yang sesuai dengan visi dan misi lembaga. 3)*
Keterangan :
1)* nama
dan satuan kegiatan disesuaikan dengan Rencana Kerja Pemda Kabupaten Sukabumi.
2)* nama dan satuan kegiatan disesuaikan dengan
Rencana kerja Kementerian Koperasi dan UKM
3)* lembaga
usaha terpilih akan mendapatkan promosi gratis secara online di situs
BisnisUkm.com dan situs iklan baris lainnya, termasuk fasilitasi permodalan ke perbankan.
STRUKTUR
KELEMBAGAAN
Direktur : Saepudin Syah Alam, M.Sc.
Wakil Direktur :
Saepulrohman, S.Pd
Sekretaris : Ahmad, S.Pd
Manager administrasi dan keuangan : Zakiyah Darajat
Manager Pendidikan dan Latihan : Dadang Robiyanto, A.Md
Manager Kemitraan Strategis : Oksa Mahardika, S.Pd
Manager Jaringan Bisnis Internet : Irma Nur Aryanti, A.Md
Manager Klinik UKMKN : Saepudin Syah Alam, M.Sc.
Manager GMP : Saepudin Syah Alam, M.Sc.


Previous Article

Responses
0 Respones to "LEMBAGA INKUBASI DAN MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN MANDHALA ABDI MULYAOTIVASI KEWIRAUSAHAAN MANDHALA ABDI MULYA"
Posting Komentar